Sabtu, 26 Maret 2016

Perbedaan Service dengan Application (Service VS Application)



Perbedaan Service dengan Application

Mungkin beberapa dari kalian baru saja mendengar istilah service (daemon untuk Unix atau Linux dan Agent untuk MacOS). Mungkin bagi kalian service itu aplikasi. Ada benarnya sih, cuman ada definisi yang lebih khusus mengenai service.

Nah, service merupakan sebuah aplikasi yang digunakan untuk melayani satu atau beberapa fungsi khusus. Service ini berjalan secara background atau tak tampak sehingga kita tidak dapat berinteraksi “secara langsung” dengannya. Kita tidak dapat memberikan instruksi pada service untuk menjalankan fungsi tertentu. Jadi dia berjalan berdasarkan prosedurnya sendiri. Salah satu cara agar kita bisa berkomunikasi dengan service adalah dengan mengoprek beberapa konfigurasi miliknya atau dapat juga menggunakan aplikasi yang menggunakan layanannya.

Service sering kali dikaitkan dengan multitasking dan proses dari service biasanya dipicu (initialization/init) oleh proses induk (parent process). Sebagai contoh, ketika anda menjalankan aplikasi Gammu, service untuk menerima sms akan dijalankan. Jadi ada sebuah fungsi khusus yang diperuntukkan untuk tujuan khusus pula, namun kita tidak bisa mengendalikan secara langsung fungsi tersebut.

Service VS Application

Beberapa perbedaan mendasar antara service dengan application:
Kapabilitas
Service
Application
Penangan fungsi
Menangani satu atau beberapa fungsi secara khusus.
Menangani banyak fungsi yang lebih umum sehingga user dapat menggunakannya secara bebas
Penggunaan
Digunakan oleh aplikasi yang membutuhkan fasilitasnya
Digunakan secara langsung oleh user.
Cakupan Permasalahan
Menangani masalah dengan cakupan lebih sempit
Menargetkan masalah secara global sesuai berdasarkan fungsi utama aplikasi tersebut.

Nah, itu saja yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat :D

Source:
http://tutorials.jenkov.com/soa/services-applications.html
http://wiki.freepascal.org/Daemons_and_Services
https://en.wikipedia.org/wiki/Daemon_(computing)

Jumat, 25 Maret 2016

HAPPY A THAUSAND VIEWS


Selamat untuk blog saya yang sederhana, jarang update dan isinya basi semua. Blog ini untuk pertama kalinya telah mencapai kurang lebih 1000 (seribu) views perhari. Itu berdasarkan statistik yang ada pada blog saya.




Bagi saya, ini merupakan hal baik dan membuat saya senang, walaupun saya nggak yakin kalo yang berkunjung ke blog saya itu adalah untuk menikmati kontennya. Bisa jadi orang iseng, orang numpang SEO (backlink), atau bahkan bot yang numpang lewat.


Blog ini adalah blog sampah. Jadi kalau misalkan ada yang berpikiran blog ini pake cara curang   atau isitilahnya Blackhat SEO  itu mustahil. Saya nggak perlu repot-repot pake cara yang merepotkan hanya untuk meningkatkan trafik. Karena sama sekali nggak ada ads pada blog ini.


Dulu pernah daftarin adsense tapi ditolak (sempat lihat kalau blog tidak boleh memuat konten tertentu). Mungkin itu salah satu alasannya blog ini ditolak.


Berikut adalah konten yang paling banyak diakses:



Ya, terima kasih para Conaners yang udah berkunjung ke konten saya ini yang berjudul Hubungan Manis antara Conan Edogawa dan Haibara Ai. Jika dari pengamatan saya, rata-rata pengunjung yang meninggalkan komentar adalah pengunjung yang menyukai tokoh Haibara Ai.


Yah dengan ini harapan saya adalah target saya terpenuhi untuk one day one post untuk setiap label konten saya, hehe

Demikian perasaan bahagia dari saya. Yuk nulis, berbagi dan sebarkan pengetahuan agar bisa bermanfaat bagi sesama :D


Minggu, 13 Maret 2016

Konfigurasi MikroTik Menggunakan Winbox pada Linux



Pada post sebelumnyav (KLIK DISINI), diketahui bahwa untuk menggunakan Winbox, RouterBoard (RB) haruslah mempunyai sebuah IP disalah satu ethernya. Barulah PC dapat berkomunikasi dengan RB pada ether tersebut menggunakan aplikasi Winbox.

Sebenarnya mactelnet tidak perlu digunakan untuk memberikan IP pada salah satu ethernya agar bisa terhubung dengan MikroTik seperti analisa diatas. Winbox dapat langsung dipakai dengan menggunakan mac address ataupun IP address.

Pada susunan OSI model, semua data dapat dilewatkan ketika posisinya ada diatas layer 3 (network). Enkapsulasi data dapat dibuka ketika dia telah melewati layer nework. Oleh karena itu, interface komputer yang akan digunakan untuk berkomunikasi pada RB haruslah mempunyai IP address. IP address yang digunakan adalah bebas dan tidak mementingkan apakah dia satu network atau tidak.

Untuk lebih mudahnya, buat saja 3 profil untuk satu interface pada Network Manager. DHCP untuk koneksi yang butuh IP secara otomatis, MikroTik untuk koneksi pada RB dan Manual untuk koneksi dengan IP statis.



Pada profil MikroTik, buat isikan dengan IP address sembarang dan gateway yang satu jaringan dengan IP address tersebut.



Selanjutnya hubungkan MikroTik pada PC. Jangan lupa untuk memutus jaringan lainnya, seperti Wifi ataupun Virtual Machine seperti VMware ataupun Virtualbox (jangan dijalankan).


Buka Winbox dan lihat pada tab neighbors. Tekan tombol refresh apabila tidak ada entry mac address pada list Winbox. Apabila masih tidak ada entry mac address, cek apakah ada firewall yang menghalangi trafik masuk atau tidak terutama pada chain INPUT dan OUTPUT.



Bisa dilihat bahwa chain INPUT dan OUTPUT mempunyai polici DROP. Bersihkan dan atur chain tersebut menjadi ACCEPT. Masukkan perintah berikut:

root@localhost:~# iptables -F
root@localhost:~# iptables -X
root@localhost:~# iptables -P INPUT ACCEPT
root@localhost:~# iptables -P OUTPUT ACCEPT
root@localhost:~# iptables -L

Maka akan muncul hasil seperti berikut:


Sekarang lihat pada Winbox dan tekan tombol Refresh. Maka entri baru akan muncul pada tabel neighbors.


Sekian dari artikel ini, semoga dapat membantu para user MikroTik dalam menjalankan Winbox pada sistem operasi Linux.