Tampilkan postingan dengan label MikroTik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MikroTik. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Maret 2017

Ayo belajar MikroTik tanpa Modal (Virtualbox)



Bagi seseorang yang ingin belajar dan mendalami jaringan terutama dengan platform MikroTik, sangat penting sekali mempraktekkan konsep yang dipahami secara langsung. Sehingga implementasi keilmuannya bisa tepat sasaran dan sesuai di lapangan. Singkat cerita, pemahaman yang didapatkan tidak diangan-angan saja.

Sabtu, 24 September 2016

Olimpiade Jaringan SMK-TKJ Tingkat Nasional


Surabaya - Pada tanggal 22 September 2016, telah terselengara ajang kompetisi olimpiade jaringan SMK-TKJ tingkat nasional di Universitas Narotama Surabaya. Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari jadi Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Olimpiade ini merupakan olimpiade jaringan tingkat nasional yang pertama kali diadakan dengan bertemakan MikroTik dan dikhususkan untuk SMK yang mempunyai jurusan TKJ atau yang telah bergabung dalam MikroTik Academy.

Gagasan ini datang dari sebuah distributor resmi sekaligus konsultan jaringan MikroTik, Citraweb Nusa Infomedia (Citraweb). Bapak Valens Riyadi, selaku direktur utama Citraweb mengungkapkan bahwanya selama ini kebanyakan lomba/olimpiade yang diadakan adalah lomba yang berkaitan dengan eksakta dan sastra saja. Sedangkan lomba-lomba untuk IT sangat sedikit sekali (security dan programming). Berangkat dari situ, Citraweb bekerja sama dengan APJII menyelenggarakan lomba tersebut sehingga dapat berjalan dengan baik, lancar dan meriah.

Diadakan di 5 Kota untuk Beberapa Wilayah
Agar lomba ini dapat diikuti oleh seluruh sekolah di Indonesia, seleksi awal akan diadakan di 5 kota diantaranya:


Teknis Pertandingan
Setiap sekolah yang terdaftar wajib mengeluarkan maksimal 1 tim yang terdiri dari 2 siswa aktif dan masing-masing wilayah akan menyeleksi maksimal 50 tim. Dari 50 tim tersebut, akan diambil 9 tim terbaik pada seleksi tahap 1 yang kemudian akan ditandingkan ulang pada tahap 2. Hasil akhir dari pertandingan tahap 2 adalah 3 tim pemenang yang nantinya akan maju ke babak final.

Babak final akan diselenggarakan di Jakarta tepatnya di Holiday Inn Kemayoran Jakarta pada tanggal 12 Oktober 2016, bersamaan dengan Meet 'n greet dan pendaftaran untuk MikroTik User Meeting (MUM). MUM sendiri dilaksanakan selama 13-14 Oktober 2016.

For More Information
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi link berikut ini:
Olimpiade Jaringan MikroTik

Gallery
(not available)

Sabtu, 21 Mei 2016

MikroTik v6.10 RouterOS Full Version



Setelah gagal membuat V2P pada MikroTik v6.10 yang udah full version akhirnya nggak jadi bikin tutorialnya (gimana mau bikin tutorial kalo udah gagal gitu). Ending nya cuman bisa sharing image hasil clonning VMware untuk MikroTik v6.10. Dan yang paling penting, ini full version lho.

Perlu dicatat baik-baik ya. IMAGE INI CUMAN BISA WORK PADA APLIKASI VIRTUALISASI VMWARE (RECOMMENDED VERSI 10). DOWNLOAD VMware Workstation 10.0.1 Build 1379776 Full Version. Karena sebelumnya udah saya cek pake Virtualbox dan hasilnya ternyata nihil.
Mungkin yang udah bisa V2P untuk MikroTik v6.10 silahkan cantumkan link nya di kolom komentar ya :D

Sabtu, 07 Mei 2016

Mengetahui Penggunaan Bandwidth Tiap Klien pada MikroTik


Bagi seorang network administrator bandwidth adalah hal paling penting saat melakukan manajemen jaringan. Oleh karena itu, perlu sekali jika seorang network administrator melakukan monitoring terhadap penggunaan bandwidth pada klien, sehingga alokasinya merata. Jika terjadi hal yang tidak sesuai, maka network administrator dapat memeriksa kembali kesalahan konfigurasi yang dilakukan.

Nah bagi anda pengguna RouterOS MikroTik, anda tidak perlu khawatir ketika anda ingin melakukan monitoring bandwidth. Karena MikroTik telah dibekali dengan Torch. Dengan tool ini anda dapat mengetahui dari atau kemana trafik itu mengarah. Anda bisa menentukannya lewat IP ataupun interface tertentu.

Bagaimana Caranya?

Langkah 1
Nyalakan MikroTik dan masuk ke dalam mode GUI, baik lewat Winbox ataupun WebUI. Pastikan MikroTik sudah dalam kondisi telah dikonfigurasi

Langkah 2
Masuk menu Tools → Torch.



Langkah 3
Pilih Interface lokal yang mengarah pada klien misalkan saja ether1. Buang semua centang, kecuali pada Src. Address karena kita akan memonitor masing-masing IP (per IP) dari klien pada interface lokal. Agar hasilnya lebih realtime, pada Entry Timeout rubah menjadi 00:00:01 (artinya, update statistik setiap satu detik). Setelah semuanya selesai, tekan tombol Start.




Hasilnya akan terlihat, begitu Torch dalam status running. Sebenarnya, ada banyak dalam monitoring jaringan. Sekian artikel ini, semoga bisa bermanfaat.


Minggu, 13 Maret 2016

Konfigurasi MikroTik Menggunakan Winbox pada Linux



Pada post sebelumnyav (KLIK DISINI), diketahui bahwa untuk menggunakan Winbox, RouterBoard (RB) haruslah mempunyai sebuah IP disalah satu ethernya. Barulah PC dapat berkomunikasi dengan RB pada ether tersebut menggunakan aplikasi Winbox.

Sebenarnya mactelnet tidak perlu digunakan untuk memberikan IP pada salah satu ethernya agar bisa terhubung dengan MikroTik seperti analisa diatas. Winbox dapat langsung dipakai dengan menggunakan mac address ataupun IP address.

Pada susunan OSI model, semua data dapat dilewatkan ketika posisinya ada diatas layer 3 (network). Enkapsulasi data dapat dibuka ketika dia telah melewati layer nework. Oleh karena itu, interface komputer yang akan digunakan untuk berkomunikasi pada RB haruslah mempunyai IP address. IP address yang digunakan adalah bebas dan tidak mementingkan apakah dia satu network atau tidak.

Untuk lebih mudahnya, buat saja 3 profil untuk satu interface pada Network Manager. DHCP untuk koneksi yang butuh IP secara otomatis, MikroTik untuk koneksi pada RB dan Manual untuk koneksi dengan IP statis.



Pada profil MikroTik, buat isikan dengan IP address sembarang dan gateway yang satu jaringan dengan IP address tersebut.



Selanjutnya hubungkan MikroTik pada PC. Jangan lupa untuk memutus jaringan lainnya, seperti Wifi ataupun Virtual Machine seperti VMware ataupun Virtualbox (jangan dijalankan).


Buka Winbox dan lihat pada tab neighbors. Tekan tombol refresh apabila tidak ada entry mac address pada list Winbox. Apabila masih tidak ada entry mac address, cek apakah ada firewall yang menghalangi trafik masuk atau tidak terutama pada chain INPUT dan OUTPUT.



Bisa dilihat bahwa chain INPUT dan OUTPUT mempunyai polici DROP. Bersihkan dan atur chain tersebut menjadi ACCEPT. Masukkan perintah berikut:

root@localhost:~# iptables -F
root@localhost:~# iptables -X
root@localhost:~# iptables -P INPUT ACCEPT
root@localhost:~# iptables -P OUTPUT ACCEPT
root@localhost:~# iptables -L

Maka akan muncul hasil seperti berikut:


Sekarang lihat pada Winbox dan tekan tombol Refresh. Maka entri baru akan muncul pada tabel neighbors.


Sekian dari artikel ini, semoga dapat membantu para user MikroTik dalam menjalankan Winbox pada sistem operasi Linux.



Senin, 15 Februari 2016

Install MikroTik RouterOS Menggunakan USB Flashdisk


LATAR BELAKANG

Untuk para pengguna MikroTik, mungkin pernah mengalami saat mereka merasa bahwa penggunaan RouterBoard tidaklah memadai jika dilihat dari resource-nya. Mungkin dari kecepatan CPU-nya yang tidak memadai, memory yang terbatas, serta storage kecil yang susah untuk dijadikan proxy internal sebagai caching . Dari keterbatasan itu, banyak sekali pengguna MikroTik beralih ke perangkat yang lebih besar (seperti komputer) untuk mendapatkan resource yang lebih tinggi.

Seperti yang diketahui, selain menyediakan operating system untuk RouterBoard, MikroTik juga menyediakan sistem operasi yang dikhususkan untuk processor x86 (Intel 32bit). Hal inilah yang membuat MikroTik dapat dijalankan pada komputer, seperti halnya menjalankan sistem operasi di komputer pada umumnya.

PERMASALAHAN
Sayang sekali walaupun dapat dijalankan pada komputer, sejauh yang saya tau MikroTik hanya dapat diinstall melalui PXE (Preboot Execution Environment) dan instalasi melalui CD/DVD. Masalah baru pun muncul. Bagaimana jika komputer tersebut tidak memiliki keduanya?

Memang kasus yang seperti itu jarang sekali terjadi. Rata-rata komputer saat ini sudah mendukung PXE walaupun tidak mempunyai CD/DVD-ROM. Tapi, ada kalanya suatu hari nanti para pengguna MikroTik akan dihadapkan masalah yang seperti itu. Salah satu solusinya adalah menggunakan usb flash disk. Bagaimana caranya?

Mungkin cara ini sudah pernah digunakan, atau bahkan sudah usang dan tenggelam diantara metode-metode lainnya. Hanya saja, sejujurnya cara ini memang ide yang muncul dari pikiran saya saat saya mendowload image file yang berformat ova (open virtualization format). Nah dari situ saya kepikiran, bagaimana jika arsitektur virtual tersebut saya realisasikan ke dalam komputer secara fisik?

SOLUSI
Akhirnya saya menemukan cara bagaimana membuat sistem yang terinstall secara virtual dapat digunakan pada komputer asli. Dengan menggunakan Virtualbox+CloneZilla saya dapat mem-backup seluruh sistem pada komputer virtual dan me-restore-nya ke komputer asli melalui fiturnya yaitu V2P (Virtual to Phisical). Lebih lanjut mengenai CloneZilla dapat dibaca DISINI

LANGKAH PENYELESAIAN
A. Clone Image pada komputer source
1. Instal Virtualbox terlebih dahulu. Kemudian buat dan install MikroTik dalam Virtualbox . Anda dapat menginstall  file .iso ataupun import melalui file .ova (import melalu .ova lebih gampang). Pastikan untuk mencentang Enable PAE/NX pada konfigurasi System → Processor.




2. Aktifkan dan atur adapter jaringan pada VirtualBox MikroTik menjadi host-only Adapter. Adapter ini nantinya akan digunakan sebagai media untuk mengirimkan image file melalui samba (Pada umumnya alamat IP pada komputer host untuk host-only Adapter adalah 192.168.56.1)




3. Selanjutnya, tambahkan disk CloneZilla pada konfigurasi Storage VirtualBox MikroTik kemudian tekan OK.


4. Konfirgurasikan Samba agar komputer host dapat diakses melalui komputer guest sehingga komputer host dapat menerima file.
. 5. Nyalakan Virtualbox dan biarkan dia melakukan boot pada CloneZilla.

6. Pilih CloneZilla Live (opsi paling atas)



7. Biar nggak bingung, pake bahasa Inggris aja :D



8. Untuk pengaturan Keymap lebih baik pilih default-nya (Don't touch keymap)



9. Pilih Start CloneZilla untuk menjalankan CloneZilla dan memulai proses clonning.



10. Pada jendela selanjutnya akan ditampilkan 2 pilihan. Device – image (device to image) yang berfungsi untuk clonning dari hardisk ke image file atau device – device (device to device) yang berfungsi untuk clonning dari hardisk ke hardisk. Disarankan untuk memilih device – image karena tidak clonning tidak perlu memasukkan hardisk ke dalam komputer source.



11. Diantar pilihan yang disediakan, pilih yang menggunakan samba_server agar nantinya tidak perlu repot-repot untuk me-mount perangkat lain ke dalam Virtualbox.



12. Pilih static untuk jaringannya dan isikan parameter-parameter yang diperlukan. Jangan lupa, jika dimintai FQDN server, isikan IP dari komputer host.



13. Pilih beginner



14. Pada halaman selanjutnya, pilih savedisk untuk clonning secara menyeluruh semua hardisk (Sorii, nggak kena skrisut. Males mau ngulangin lagi *nggak niat)

15. Beri nama folder yang nantinya akan digunakan sebagi menyimpan image file.



16. Selanjutnya, pilih hardisk yang akan di-clonning. (ah, kelewatan lagi buat skrinsut)

17. Pilih fsck-src-part untuk memverifikasi setiap file sebelum disimpan.



18. Pilih Yes, checked save image agar file yang telah disimpan diverifikasi kembali.



19. Pilih Not to encrypt the image untuk tidak menenkrip image file.



20. Tunggu hingga proses selesai. Pastikan untuk memilih yes untuk setiap konfirmasi yang diberikan. Selanjutnya tekan Enter.

21. Anda bisa memilih beberapa action apapun. Yang jelas, anda tidak boleh menutup Virtualbox secara langsung tanpa harus men-shutdown VirtualBox.

22. Hardisk berhasil di-clonning.

B. Restore Image pada Komputer Target
Lakukan langkah yang sama seperti diatas. Saat sampai pada langkah nomor 14, pilih restoredisk selanjutnya ikuti langkah-langkah berdasarkan panduan yang diberikan.

Untuk saat ini, saya tidak bisa memberikan penjelasan lebih detil. Setidaknya, secara konsep anda sudah mengerti apa yang saya maksudkan. Jika belum, anda bisa memberikan dikomentar.

Artikel ini akan saya update untuk waktu selanjutnya. Terima kasih banyak sudah berkunjung.

UPDATE
Untuk sementara, saya sertakan videonya. Saya akan update kembali ketika di RL udah nganggur.

Selasa, 19 Mei 2015

Analisis dan Troubleshooting Koneksi MikroTik pada Linux (Mengapa Mikrotik Tidak Bisa Terkoneksikan pada Linux)




Selamat siang rekan-rekan sekalian (saat nulis ini pas siang bolong :^ ), kali ini kita akan mencoba menganlisis, “Kenapa sih MikroTik sulit banget (atau mungkin malah nggak bisa) nyambung ke komputer Linux?”

Sebelumnya saya mendapat inspirasi pada blog rekan seperjombloan saya *eh (DISINI) dimana dia berhasil terhubung ke perangkat MikroTik melalu ethernet (wiih.. hebat). Setelah dibaca-baca ternyata dia menggunakan beberapa tools yang memang diciptakan untuk mendeteksi adanya perangkat MikroTik yang tersambung. Berikut adalah daftar tools yang digunakan:

1. Komputer OS Linux (Ya jelas lah :3 )
2. Wireshark
3. Mikrotik Neighbor Discovery Protocol (MNDP)
4. Mactelnet-client
5. Winbox (run on wine)

So, let's reveal the secret!

1. Komputer OS Linux


Ya jelas lah butuh komputer basis Linux. Judulnya aja udah nunjukin kalo kita harus pake linux. Hehee...
3. Wireshark


Wireshark merupakan sebuah utility yang digunakan untuk merekam segala aktifitas/paket yang melewati interface tertentu. Disini, kita akan mengguanakan Wireshark untuk menganalisis aktifitas apa saja yang terjadi antara komputer dan MikroTik.

4. MikroTik Neighbor Discovery Protocol (MNDP)


Merupakan sebuah protokol yang disediakan oleh MikroTik dan digunakan sebagai media untuk menemukan MikroTik lain yang sama-sama mempunyai protokol MNDP atau CDP (Cisco Discovery Protocol). Cara kerja dari protokol ini adalah dengan mem-broadcast semua perangkat yang terhubung dengan dirinya serta mengambil seluruh informasi yang tersedia pada sistem MikroTik. Informasi tersebut nantinya secara otomatis digunakan MikroTik untuk beberapa service-nya, sehingga user dapat meminimalisir konfigurasi yang merepotkan. Untuk penjelasan lebih lanjut tentang MNDP, akan saya jelaskan pada tulisan selanjutnya.

5. Mactelnet-client


Mactelnet digunakan untuk mem-ping dan menemukan semua perangkat yang mempunyai service/daemon mac-telnetd serta perangkat berbasis MikroTik RouterOS. Tools ini berkomunikasi dengan menggunakan protokol UDP pada jaringan lingkup Local Area Network (LAN). Mactelnet menggunakan Mac-address sebagai alamat tujuan.

Anda dapat menggunakan mac-telnet pada semua perangkat linux yang terinstall mactelnet-serverd atau perangkat berbasis MikroTik RouterOS.

Anda dapat menginstall mactelnet-client dari repository debian.

6. Winbox


Sebenernya Winbox adalah tool konfigurasi MikroTik dan berjalan pada sistem operasi pada Windows. Nah, karena berjalan pada Windows, Anda haruslah menggunakan tools tambahan untuk mensimulasikan komputer seakan Winbox berjalan pada sistem operasi Windows. Fungsi Winbox disini yaitu untuk konfigurasi lanjutan setelah konfigurasi dasar pada MikroTik selesai.

Konfigurasi dasar pada MikroTik meliputi setting IP Address pada interface yang sedang terhubung terhubung secara langsung pada komputer dan DHCP server jika diperlukan.

Ok, setelah toolsnya udah lengkap kita lanjut ke proses analisisnya.

Analisis meliputi segala kemungkinan yang terjadi dengan beberapa pilihan yang disediakan oleh Linux, terutama opsi yang tersedia pada network-manager. Tidak hanya itu, analisis juga dilakukan pada seluruh paket yang melintas antara dua perangkat. Dari analisis tersebut, kita bisa mengetahui aktifitas apa saja yang terjadi di dalamnya. Dengan begitu, kita bisa mengetahui mengapa Linux enggan sekali, bahkan tidak mau terhubung pada MikroTik saat menggunakan Mac-address.

Oke, mari kita mulai langkah-langkahnya:
1. Buka aplikasi Wireshark

Pertanyaannya sekarang, "Kenapa harus Wireshark dulu yang buka? Bukankah kita harus menghubungkan seluruh perangkatnya dulu?"

Setiap perangkat yang tersambung pada komputer akan berusaha untuk menjalin komunikasi. Supaya kita tidak melewatkan satupun aktifitas/paket yang terjadi diantara kedua perangkat tersebut, kita harus membuka sebuah tools monitoring jaringan yaitu Wireshark.

Jika Wireshark telah terbuka, silahkan pilih eth0 untuk monitoring interface ethernet kemudian klik Start. Wireshark akan beralih ke mode idle untuk siap memonitoring jaringan.



2. Buka aplikasi MNDP
Peran mndp disini hampir sama dengan Wireshark. Jika Wireshark disini berfungsi untuk menangkap seluruh paket data. Sedangkan MNDP adalah untuk menangkap seluruh broadcast yang dipancarkan dari perangkat mikrotik. Karena pada dasarnya, aplikasi MNDP yang ada pada Linux hanya sebatas menunggu broadcast domain mac-address yang sampai kepadanya.

Setelah kita menjalankan aplikasi, mungkin akan muncul pesan peringatan:
“Unable to send broadcast packet: Operating in receive only mode.”

Biarkan saja, karena aplikasi MNDP saat ini kita tujukan untuk mode menerima broadcast saja.
3. Sambungkan perangkat MikroTik

Sambil membuka jendela Wireshark dan MNDP, anda hubungkan seluruh perangkat MikroTik, baik itu ke power supply ataupun ke perangkat ethernet komputer kemudian lihat paket-paket yang terlintas pada Wireshark.

Sebelum anda mengklik Auto Ethernet, beberapa trafik sudah mulai terlihat. Bahkan MikroTik telah mengirim broadcast MNDP kepada komputer. Pada kondisi ini, anda belum bisa terhubung dengan MikroTik, karena anda harus mendefinisikan IP Address agar dapat berkomunikasi dengan MikroTik.


4. Klik Auto Ethernet pada network-manager

Untuk menghubungkan perangkat MikroTik tekan Auto Ethernet pada network-manager. Pada kondisi ini, komputer akan otomatis mengaktifkan aplikasi dhclient untuk mendapatkan IP dinamis dari host yang berkaitan. Karena perangkat MikroTik-nya masih dalam keadaan baru, kemungkinan besar sudah disediakan dhcp-server. Dengan adanya dhcp-server, anda masih beruntung. Karena begitu ethernet terhubung anda sudah bisa menggunakan Winbox dengan cara memanggil IP default MikroTik (192.168.88.1).


Pertanyaan saya adalah, gimana kalo anda benar-benar tidak punya IP untuk diakses melalui Winbox? Padahal anda tau, percobaan kita kali ini adalah untuk menganalisis sekaligus menemukan cara, gimana caranya agar MikroTik dapat dikonfigurasikan tanpa menggunakan IP.

MikroTik berikut ini sudah benar-benar saya reset. Artinya, dia sudah tidak memiliki konfigurasi apapun dan kita harus memberikan IP untuknya agar dapat diakses menggunakan Winbox.

Ok, lepas dahulu sambungan ethernet. Reset proses monitoring Wireshark dan jalankan kembali aplikasi MNDP. Selanjutnya mari kita perhatikan Wireshark dan MNDP kemudian sambungkan MikroTik pada ethernet komputer. Seketika itu, MikroTik langsung mem-broadcast protokol MNDP dengan alamat asal (source address) 0.0.0.0 dan alamat tujuan (destination address) 255.255.255.255. Disaat yang sama, aplikasi MNDP juga mendeteksi mac-address MikroTik yang sedang tersambung.


Walaupun kita sudah tersambung dan dapat mendeteksi mac-address dari MikroTik, kita tidak bisa mengakses MikroTik. Agar komputer dapat berkomunikasi dan bertukar data, anda haruslah mendefinisikan interface dengan sebuah IP address. Selain itu, kita juga harus menghubungkan perangkat secara logikal, dengan mengklik Auto Ethernet pada network-manager.

Seperti kondisi yang telah saya sebutkan sebelumnya, bahwa ketika kita mengklik Auto Ethernet, dhclient akan aktif akan meminta IP address pada gateway. Padahal, dhcp-server pada saat ini tidaklah aktif. Itulah kenapa, pada saat itu network-manager cuman bisa muter-muter aja, dan lama-lama juga disconnect sendiri. Solusi yang ada yaitu, kita harus mendefinisikan interface dengan sebuah IP address dengan cara memilih Manual pada network-manager kemudian mengisikan IP address (bebas) atau dengan men-generate IP address dengan memilih Share to other computer.



Dengan begitu, kita sudah bisa terhubung dengan MikroTik.


5. Gunakan Mac-telnet

Karena anda tidak dapat menggunakan Winbox, anda harus menggunakan mac-telnet. Aplikasi mac-telnet ini memang dikhususkan untuk perangkat MikroTik atau perangkat yang sudah terinstall mactelnet-serverd.

Untuk menggunakan mac-telnet, gunakan sintax berikut:

mactelnet <mac-address>

Anda akan ditanyai Login dan Password. Jika MikroTik anda masih dalam kondisi default masukkan admin sebagai Login dengan tanpa password.


6. Konfigurasi IP

Setelah berhasil masuk MikroTik anda harus mendefinisikan IP Address pada salah satu ethernet MikroTik. Hal ini dimaksudkan agar MikroTik dapat diakses menggunakan IP Address.

ip address add interface=<interface> address=<ip address>/<prefix> 


7. Menggunakan Winbox

Pada tahap ini, anda sudah dapat menggunakan Winbox dengan bantuan Wine. Yang perlu anda lakukan adalah mengatur IP Address secara manual pada network-manager. Pastikan pada IP Address haruslah satu segmen (jaringan) dengan MikroTik.

Selanjutnya, masukkan IP Address pada Winbox dan klik connect. Anda sudah bisa melakukan setting lanjutan pada MikroTik.